Senin, 21 Maret 2022

Nano Teknologi

Nano teknologi merupakan materi kimia di kelas X semester genap pada kurikulum merdeka.

Berikut ini penjelasan singkat materi dalam bentuk PPT:

PPT Nano Teknologi


Penjelasan terkait presentasi ibu Petri rekam dan tayang di youtube ini:

Video Penjelasan Nano Teknologi


Ayoo ingat lagi materi tentang ukuran nano sebelumnya pernah kita pelajari pada video berikut ini:

Video Ukuran Nano


Senin, 14 Maret 2022

Hidrolisis Garam

Sesungguhnya garam terbentuk dari reaksi penetralan asam oleh basa.

Pada materi ini kita akan membahas reaksi antara garam dengan air yang di sebut hidrolisis garam.

Pada reaksi hidrolisis garam, air akan bereaksi dengan ion-ion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah suatu garam.

Untuk memahami jenis-jens garam pada video berikut: 


Berikut ini materi ringkasan dalam bentuk presentasi:

Presentasi Hidrolisis Garam


Untuk berlatih soal-soal dan pembahasan materi hidrolisis garam:

Pembahasan soal-soal hidrolisis garam


Penjelasan materi sebelumnya terkait garam:




Selasa, 08 Maret 2022

Kumpulan soal dan pembahasan kimia materi larutan penyangga

Ada dua komponen larutan penyangga, larutan yang mengandung campuran asam lemah dengan basa konjugasinya dan larutan yang mengandung campuran basa lemah dengan asam konjugasinya. Sekarang marilah kita perhatikan larutan yang mengandung campuran asam lemah dengan basa konjugasinya yang disediakan oleh garam dari asam lemah tersebut. Misalnya asam asetat (CH3COOH) dengan ion asetat (CH3COO-) yang berasal dari natrium asetat (CH3COONa). 


Ayooo berlatih dengan soal dan pembahasan ini


Soal dan Pembahasan Larutan Penyangga


Sabtu, 05 Maret 2022

Buku karya Bu Petri

Bagi yang berminat untuk membaca buku karya Bu Petri, secara GRATIS silahkan dibaca ini ya. 

Buku Cerita Dalam Aksara:

Link Buku

Setelah menulis buku Cerita dalam Aksara berikutnya Bu Petri menulis buku berjudul BANGGA JADI GURU. 

Karya buku pertama yang sudah ditulis Bu Petri berjudul JUJUR DALAM BELAJAR KIMIA. 

Salam Literasi


Minggu, 07 November 2021

Hukum Dasar Kimia

Hukum-hukum Dasar Kimia

HUKUM KEKEKALAN MASSA ( HUKUM LAVOISIER ).

 

LAVOISIER menyimpulkan bahwa : jika suatu reaksi kimia dilakukan di ruang tertutup sehingga tidak ada zat-zat yang hilang, maka

 

massa zat-zat sebelum reaksi dan sesudah reaksi tidak berkurang atau tidak bertambah ( tetap ).

 

dalam tabung tertutup ditimbang 32 gram belerang dan 63,5 gram tembaga. Setelah dicampur lalu dipanaskan dalam tabung tertutup dan reaksi berjalansempurna maka terjadi zat baru, yaitu tembaga ( II ) sulfida. Berapa massa zat baru tersebut ?

 

jawab :



 

 

ternyata massa zat baru tersebut sama dengan massa total zat-zat sebelum reaksi.

Bunyi Hukum Kekekalan Massa :        ” JUMLAH MASSA ZAT-ZAT SEBELUM DAN SESUDAH REAKSI ADALAH SAMA ”

HUKUM PERBANDINGAN TETAP ( HUKUM PROUST )

Bunyi dari Hukum Perbandingan Tetap :

” DALAM SUATU SENYAWA, PERBANDINGAN MASSA UNSUR-UNSUR PENYUSUNNYA

 SELALU TETAP ”

Pada percobaan 1 gram hidrogen dicampur dengan 8 gram oksigen hasilnya ialah 9 gram air. Dan ternyata 8 gram oksigen hanya dapat bereaksi dengan 1 gram hidrogen saja.

Data Percobaan Hidrogen dan Oksigen


contoh soal :

 

Jika kita mereaksikan 4 gram hidrogen dengan 40 gram oksigen, berapa gram air yang terbentuk?

jawab :



HUKUM PERBANDINGAN BERGANDA ( HUKUM DALTON )

” Bila unsur-unsur dapat membentuk dua macam senyawa atau lebih, dimana massa salah satu unsur tersebut tetap (sama), maka perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat  dan sederhana ”

 

Contoh : 




HUKUM PERBANDINGAN VOLUME ( HUKUM GAY LUSSAC )

 

 ” Pada temperatur dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi merupakan perbandingan bilangan bulat  dan sederhana “



 Pada reaksi zat yang wujudnya gas, perbandingan koefisien reaksi ekuivalen dengan perbandingan volume jika reaksi tersebut  dilakukan pada temperatur dan tekanan yang sama


jawab :



HIPOTESIS AVOGADRO

 

  ”  gas-gas yang volumenya sama, jika diukur pada temperatur dan tekanan yang sama, mengandung jumlah molekul yang sama pula ”

 

Avogadro menjelaskan percobaan Gay Lussac dengan menganggap partikel – partikel gas tidak sebagai atom-atom, tetapi sebagai molekul-molekul




Perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan gas-gas hasil reaksi jika diukur pada temperatur dan tekanan yang sama

akan sesuai dengan perbandingan jumlah molekulnya, akan sama dengan perbandingan koefisien reaksinya

 

Contoh Soal :

gas hidrogen direaksikan dengan gas oksigen membentuk 8 liter ( T,P ) uap air. berapa liter gas hidrogen dan gas oksigen dibutuhkan pada reaksi tersebut ?



Rabu, 10 Februari 2021

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

 

Larutan adalah campuran dua zat atau lebih yang bersifat homogen. Zat-zat penyusun suatu larutan membentuk suatu kesatuan sehingga tidak terbentuk lapisan dan tidak dapat disaring. Larutan terdiri atas dua komponen, yaitu zat terlarut dan zat pelarut. Zat terlarut adalah zat yang jumlahnya lebih sedikit, sedangkan zat pelarut adalah zat yang jumlahnya lebih banyak. Misalnya pada larutan gula, gula adalah zat terlarut dan air adalah pelarutnya.

Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan dibedakan menjadi dua, yaitu larutan elektrolit dan nonelektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik, sedangkan larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena di dalamnya terdapat ionion yang bergerak bebas. Ion-ion inilah yang berfungsi sebagai media/perantara untuk menghantarkan arus listrik. Sementara itu, larutan nonelektrolit tidak mengandung ionion, sehingga tidak memiliki media/ perantara untuk menghantarkan arus listrik. Di dalam air, zat-zat yang tergolong larutan elektrolit akan terurai menjadi ion-ion,  sedangkan zat-zat yang tergolong larutan nonelektrolit tetap dalam bentuk molekul. Perhatikan contoh berikut:



Selasa, 20 Oktober 2020

Kestabilan Elektron

 Di alam ini, banyak sekali ditemukan senyawa, misalnya garam dapur dan gula pasir. 

Garam dapur tersusun atas ion Na+ dan Cl-

, sedangkan gula pasir tersusun atas molekul 

C12H22O11. Struktur garam dapur berbeda dengan struktur gula pasir karena perbedaan 

ikatan yang dimilikinya.

Pembentukan ikatan pada atom atau ion dilakukan untuk mencapai kestabilan. Oleh 

karena setiap atom atau ion memiliki sifat yang berbeda, maka dihasilkan pula jenis 

ikatan kimia yang sifatnya berbeda. Di alam ini, atom yang sudah stabil hanyalah gas 

mulia, sedangkan atom-atom yang lain sifatnya tidak stabil. Atom-atom yang tidak stabil 

tersebut akan bergabung dengan atom lain untuk mencapai kestabilan.

Gas mulia memiliki konfi gurasi elektron sebagai berikut.

2He: 1s²

         K = 2



10Ne : 2 8

18Ar : 2 8 8

36Kr : 2 8 18 8

54Xe : 2 8 18 18 8

86Rn : 2 8 18 32 18 8


Menurut G.N. Lewis dan W. Kossel, gas mulia merupakan atom yang stabil karena 

memiliki elektron valensi (elektron di kulit terluar) sebanyak 8, kecuali helium yang elektron 

valensinya 2. Oleh karena itu, atom-atom yang tidak stabil akan berupaya menyerupai 

konfigurasi elektron gas mulia untuk mencapai kestabilan, yaitu dengan memiliki elektron 

valensi 2 atau 8.

a. Kaidah Duplet

Kaidah duplet adalah kecenderungan unsur-unsur untuk memiliki konfigurasi elektron 

stabil dengan 2 elektron valensi. Atom-atom yeng memiliki nomor atom kecil akan 

mengikuti kaidah duplet untuk mencapai kestabilannya. 

Contoh:

• 1

H : 1 → akan menyerap 1 elektron sehingga elektron valensinya menjadi 2.

• 3

Li : 2 1 → akan melepas 1 elektron sehingga elektron valensinya menjadi 2.

b. Kaidah Oktet 

Kaidah oktet adalah kecenderungan unsur-unsur untuk memiliki konfigurasi elektron 

stabil dengan 8 elektron valensi. Untuk mencapai kaidah oktet, ada atom-atom yang harus 

melepas elektron, tetapi ada juga yang harus menyerap elektron. 

Contoh:

• 11Na : 2 8 1 → akan melepas 1 elektron membentuk ion Na+ sehingga 

konfigurasinya menjadi 2 8.

• 17Cl : 2 8 7 → akan menyerap 1 elektron membentuk ion Cl-

 sehingga 

konfigurasinya menjadi 2 8 8.


LAMBANG LEWIS

G.N. Lewis (1875–1946), seorang ahli kimia Amerika, berhasil menemukan cara untuk 

menggambarkan elektron valensi dari suatu atom unsur. Cara tersebut selanjutnya dikenal 

dengan model elektron Lewis. Model elektron Lewis digambarkan dengan menggunakan 

tanda titik (•) atau tanda silang (×). Empat titik pertama diletakkan satu per satu pada 

setiap sisinya, sisanya dipasangkan pada titik yang sudah ada dan membentuk pasangan 

elektron. Jumlah titik menunjukkan jumlah elektron valensi atom tersebut.

Contoh: 

3Li : 2 1, memiliki lambang Lewis Li • 

11Na : 2 8 1, memiliki lambang Lewis Na • 

12Mg : 2 8 2, memiliki Lambang Lewis Mg :